oleh

Kecendrungan Narsistik Bagi Pengguna Media Sosial

-ARTIKEL, HEALTH-20223 views

Penulis : Siti Alfiah Mahasiswa Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran Unsyiah

Media sosial sudah menjadi candu bagi masyarakat Indonesia yang menggunakannya. Semua orang kini identic dengan smartphone ditangan hampir 24 jam. Media sosial yang paling sering digunakan adalah part, Instagram, facebook, line dan masih banyak lainnya. Media sosial tersebut mempunyai keunggulan dan ketertarikan sendirinya bagi penggunanya. Media sosial banyak menawarkan kemudahan yang membuat orang betah berlama-lama menggunakannya, terutama yaitu istagram.

Para pengguna dapat mengakses instagram dimana saja, kapan saja melalui gadgetnya masing-masing. Wong (2012) mengungkapkan bahwa melalui instagram, orang mempunyai keuntungan untuk berpikir tentang apa yang mereka utamakan untuk ditunjukan kepada orang lain. Sebagai contoh orang dapat menekankan aspek dari kepribadian mereka atau membagi foto yang menyampaikan beberapa gambar terbaik untuk mengatur kesan yang baik kepada orang lain.

Perkembangan jejaring sosial tersebut memunculkan fenomena baru seperti selfie, juga kebiasaan memperbaharui gambar dalam aktivitas seharihari yang mengarah pada perilaku narsistik. Utomo (2013) menambahkan bahwa motif tertinggi dari pengguna jejaring sosial adalah up to date dimana hal tersebut bertujuan untuk menunjukan eksistensinya. Wu (2014) menambahkan narsisme menjadi alasan dibalik pemilihan profile picture, individu yang narsis meningkatkan level profil pricturenya lebih tinggi dengan memilih foto yang menarik dan yang mempresentasikan dirinya. Selanjutnya Ong (2011) menyatakan bahwa individu yang narsis meningkatkan profile picture dengan menampilkan secara fisik lebih menarik, lebih fashionable, lebih glamour, dan lebih cool. Hal itersebut bertujuan untuk tampil menarik sebagai presentasi diri di Instagram. Seiring berjalannya waktu membuat para pengguna menjadi kecendrungan narsistik.

Kepribadian narsistik merupakan gangguan kepribadian yang selalu mengkhayalkan kebesaran atau keagungan diri, kurang berempati, sangat mendambakan untuk dihormati, dan tidak sanggup melihat dari sudut pandang orang lain, Orang dengan kepribadian narsistik mengalami kesulitan untuk menerima kritik dari orang lain. Orang yang berkepribadian narsistik mempunyai anggapan bahwa dirinya spesial, ambisisus, dan suka mencari ketenaran (Davidson, Neale & Kring, 2010). Narsistik biasanya timbul akibat dari pujian dan penghormatan yang diterima berulang kali dari individu lain, bukan hanya mengenal gejalanya saya melainkan penyebabnya. (Mitchell, 2007) Ada lima penyebab kemunculan narsistik, yaitu adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus, kurangnya bisa berempati sama orang lain, sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol diri / moral yang kuat, dan kurang rasional.

Menggunakan media sosial, hendaknya individu juga memiliki kemampuan untuk kontrol diri dalam perilakunya. Orang dengan kepribdian yang sehat, bisa mengontrol perilaku penggunaan akun yang mempunyai tanggung jawab sosial, mempunyai kreativitas dalam membagikan informasi yang sesuai dengan realitas diri dan mampu menyaring informasi yang ada di media sosial.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed