oleh

“Terapi Murottal Al-Quran, Meningkatkan Konsentrasi”

-AGAMA, ARTIKEL, HEALTH-20319 views

Penulis : Faisal

Mahasiswa semester enam dari Program Studi Psikologi Universitas Syiah Kuala

Pencapaian prestasi pada mahasiswa dapat berasal dari berbagai macam faktor, salah satu faktor yang berpengaruh adalah konsentrasi. Konsentrasi merupakan usaha setiap individu untuk berfokus pada usatu objek yang pada akhirnya membuat individu paham dan mengerti terkait suatu objek juga dapat meminimalisir kemungkinan terpecahnya perhatian. Apabila individu tidak mampu berkonsentrasi maka individu tersebut akan mudah beralih fokus dari satu objek ke objek lainnya yang berakibat individu tidak akan memahami dan mengerti suatu objek secara utuh (Julianto, Dzulqaidah, & Salsabilah, 2014).

Konsentrasi sangat berpengaruh pada proses belajar dan mengajar, jika individu mengalami kesulitan berkonsentrasi saat proses belajar mengajar, maka proses tersebut tidak berjalan optimal. Tidak optimalnya proses belajar mengajar  tersebut dianggap dapat membuang tenaga, waktu, maupun biaya dari individu yang menempuh pendidikan (Slameto, 2013). Pada dasarnya individu dapat berkonsentrasi dengan baik jika individu tersebut menjalankan tugas sebagai pelajar secara optimal dan dengan adanya dorongan semangat yang terus menerus diterimanya (Nursalam & Effendi, 2008).

Menurut Olivia (2010) gangguan konsentrasi dapat terjadi melalui dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari gangguan konsentrasi adalah minat belajar yang rendah dan juga kondisi kesehatan yang sedang tidak baik. Sedangkan faktor eksternal dari gangguan konsentrasi bisa saja karena ruangan, peralatan, dan suasana yang mempengaruhi konsentrasi.

Dennison (dalam Julianto, Dzulqaidah, & Salsabilah 2014) menjelaskan bahwa konsentrasi merupakan keadaan pikiran atau asosiasi yang terkondisi yang diaktifkan oleh sensasi di dalam tubuh. Untuk mengaktifkan sensasi tersebut individu harus berada dalam kondisi yang rileks dan suasana yang menyenangkan. Kondisi tegang secara fisik atau pikiran dan stres yang berbanding terbalik dengan kondisi di sebelumnya akan membuat aktifitas berpikir individu berfungsi secara tidak optimal. Stres mengakibatkan penurunan konsentrasi karena saat stres berlangsung terjadi peningkatan hormon kortisol yang membuat aktifitas dari hippocampus terganggu yang menyebabkan turunnya konsentrasi.

Goldfried dan Davidson (dalam Julianto, Dzulqaidah, & Salsabilah 2014) menjelaskan bahwa stres, ketegangan, dan kecemasan dapat dikurangi dengan pemberian relaksasi pada individu. Relaksasi merupakan salah satu teknik dalam terapi perilaku untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Prawitasari (dalam Julianto, Dzulqaidah, & Salsabilah 2014) menyatakan bahwa relaksasi dapat mengurangi rasa cemas dan tegang yang dirasakan oleh individu secara resiprokal yang menimbulkan counterconditioning dan penghilangan.

Salah satu terapi yang dapat memberikan relaksasi adalah terapi murottal Al-Quran. Terapi murottal Al-Quran dilakukan dengan memperdengarkan lantunan suara manusia yang membacakan ayat suci pada Al-Quran selama beberapa saat. Lantunan murottal Al-Quran merupakan instrumen yang dapat menurunkan hormon—hormon stres karena adanya pengaktifan pada hormon endofrin yang menghasilkan perasaan tenang. Al-Quran akan berdampak positif terhadap kognitif baik pada pembaca ataupun pendengarnya. Dampak positif yang dimaksudkan adalah peningkatan ketajaman dan kecemerlangan dalam berpikir (Sa’dullah, 2008).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed