oleh

Penyakit Korupsi yang Belum Ada Penawarnya

-HEADLINE, KORUPSI, OPINI-20138 views
Ilustrasi

 

Kata  korupsi memang tidak asing lagi di pendengaran kita bahkan hampir setiap hari kita mendengar adanya kasus korupsi yang terjadi di sekitar kita. Dan ini juga  sudah  menjadi permasalahan sosial yang sedang membudaya di masyarakat kita.Karena praktek korupsi tersebut sudah menjangkit pada kalangan anak-anak bukan kalangan orang dewasa saja.

Korupsi menurut KBBI adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi dan orang lain.

Sedangkan menurut UU No31 Tahun 1999 mengartikan bahwa korupsi adalah setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Dari dua definisi tersebut dapat di lihat bahwa penyakit korupsi itu sangat berbahaya jika terus dibiarkan berkembang dan mewabah di masyarakat jadi KPK harus menanggapi dan menanganinya dengan serius masalah ini.

Presiden Joko widodo mengatakan beberapa waktu yang lalu bahwa akan menghukum mati bagi pelaku korupsi jika itu kehendak masyakarakat.Jadi sebagai warga yang baik kita harus sangat mendukung niat pemerintah tersebut dan melihat buktinya agar tidak sekedar menjadi wacana.

Karena seperti yang terjadi sekarang ini banyak orang-orang yang terlibat dalam korupsi hanya disidang saja dan ada juga yang membutuhkan waktu yang  lama untuk ditetapkan sebagai tersangka walaupun buktinya sudah ada didepan mata, bahkan  sebagian dari mereka  masih bisa tersenyum dalam menjalankan hukumannya. karena mereka belum ada efek jera maka hal yang sama masih terulang bahkan kasusnya lebih banyak.

Seharusnya sanksi yang  diberikan kepada pelaku korupsi harus benar-benar  tegas dan sanksi tersebut diberi sama rata tanpa memandang bulu,dan latar belakang pelaku,contohnya jangan hanya menghukum tersangka korupsi yang latar belakangnya dari keluarga biasa sedangkan si kaya tidak di hukum. karena jika prinsip si kaya dan si miskin itu berlaku dalam pemberantasan  korupsi maka penanganan penyakit korupsi yang mewabah di masyarakat tersebut tidak akan pernah selesai.

Oleh karena itu dalam penanganan korupsi  keadilan harus ditegakkan dan dijalankan dengan sebenar-benarnya dan juga bagi tersangka korupsi harus di hukum seberat-beratnya agar menjadi contoh bagi yang lain agar kejadian tersebut tidak terulang.

Dan juga diperlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk memerangi korupsi tersebut. walaupun Penyakit korupsi tersebut memang tidak bisa dihilangkan dalam masyarakat tetapi kita harus tetap berusaha menghilangkannya atau mengecilkannya.dan itu dimulai dari diri sendiri dengan cara selalu bersikap jujur,menganggap bahwa kejujuran itu lebih utama dari segalanya dan mengingat bahwa allah selalu bersama kita mengawasi kita dan juga harus mempunyai iman yang kuat untuk membentengi diri agar terhindar dari melakukan korupsi.

 

Penulis:Husnul Kasmawati

Prodi:kesejahteraan sosial,fdk uin ar-raniry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed