oleh

Ditolak Dunia Aceh Rangkul Rohingya

-DUNIA, HEADLINE-2091 views

Oleh : Asma Ridha (Pegiat Literasi Aceh)

Dikutip dari Kompas.com (24/6/20) Sebanyak 99 pengungsi etnik Rohingya yang mayoritas perempuan dan anak-anak tampak kehausan dan kelaparan saat ditemukan di tengah laut, sekitar empat mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.Terombang-ambing di tengah laut yang minim makanan dan minuman, warga sekitar merasa iba dan membawa mereka ke darat.

Imigran Rohingya bukan untuk kali pertama terdampar di Aceh, rasa perlindungan dan jaminan keamanan di negerinya jauh dari sebuah harapan, membuat mereka nekat untuk pergi dan mengadu nasib ke berbagai negara. Termasuk mengadu nasib mereka ke negeri jiran. Akan tetapi Malaysia menegaskan tidak bisa lagi menerima pengungsi Rohingya karena tengah mengalami kesulitan ekonomi dan sumber daya akibat wabah virus corona. Padahal, Malaysia merupakan salah satu tujuan utama para pengungsi Rohingya yang terdampar ini.

Ribuan penduduk Rakhine State mengungsi seteah adminstrator lokal memperingatkan datangnya operasi militer Myanmar. Dikutip dari situs Channel News Asia, operasi yang akan terjadi adalah “operasi pembersihan”. Operasi pembersihan tersebut pertama kali terungkap dari syrat pengurus di dewa Rathedaung, Aung Myint Thein. Aung Myint Thein mengirim surat ke kepala desa Kyauktan bahwa operasi militer akan dilakukan di sana. Dalih militer Myanmar, karena desa tersebut (dan desa-desa di sekitarnya) diduga menyembunyikan teroris AA. Sebagai catatan, AA adalah organisasi teroris yang didominasi oleh penganut Budha dari Rakhine. Misi utama mereka, meraih otonomi di kawasan barat Myanmar, Arakan.

Sementara itu, “operasi pembersihan” adalah istilah yang dipakai Myanmar sejak 2017 untuk mendeskripsikan operasi terhadap pemberontak dari komunitas muslim Rohingnya. Selama operasi tersebut berada, ribuan orang sudah melarikan diri dari rumah mereka ke Bangladesh. (Tempo co.id, 28/06/20)

Kaum muslimin yang Tertindas

Sejak Islam telah kehilangan jati diri negaranya, persoalan demi persoalan yang membahayakan kian menjadikan umat muslim kian tertinggal dan bahkan difitnah dan dicaci maki. Termasuk masyarakat Rohingya. Konflik antara etnis Rohingya dan mayoritas penduduk Myanmar yang mayoritas beragama Budha seolah tak berkesudahan. Puluhan ribu warga Rohingya terlunta-lunta mengungsi ke negara lain, termasuk Indonesia. Di Myanmar, etnis Rohingya tak diakui sebagai warga negara. Mereka kesulitan memperoleh akses kesehatan, pendidikan dan perumahan yang layak. Bahkan hingga ekerasan juga terus terjadi.

Sebenarnya apa pokok permasalahan di Myanmar? Apakah konflik Rohingya murni karena agama semata? Persoalan yang masih tak ada kejelasan dan membuat masyarakat muslim di sana mengalami berbagai penderitaan.

 

Secara umum orang berpendapat, krisis Rohingya di Myanmar adalah masalah agama. Tetapi menurut Kepala bidang penelitian pada South Asia Democratic Forum, Siegfried O Wolf, krisis ini lebih bersifat politis dan ekonomis. Dari sisi geografis, penduduk Rohingya adalah sekelompok penganut Muslim yang jumlahnya sekitar satu juta orang dan tinggal di negara bagian Rakhine. Wilayah Rakhine juga ditempati oleh masyarakat yang mayoritas memeluk agama Budha. Rakhine dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Tetapi hal itu menjadi timpang ketika pada kenyataannya tingkat kemiskinan di sana ternyata tinggi.

 

Aceh Mengajarkan Ukhuwah

Terlepas dari penyebab konflik apapun yang terjadi pada etnis Rohingya, sungguh ketika Islam tidak memiliki kekuatan untuk bisa melindungi dan menolong mereka akan terus dalam penderitaan. Namun wilayah kecil Aceh mampu mengajarkan dunia sikap yang seharusnya diambil demi sebuah kemanusiaan. Jiwa ukhuwah islamiyah tercermin pada masyarakatnya, menghilangkan sekat nasionisme atas nama menolong jiwa manusia.

Disaat negara lain tetap mengusir mereka, justru Aceh, rakyat jelata mengulurkan bantuan dengan seksama tanpa berpikir panjang resiko apa yang akan mereka terima, namun memohon kepada aparat pemerintah untuk mengizinkan imigran Rohingya di selamatkan di negeri mereka.

Sungguh inilah ukhuwah yang Allah swt ajarkan dalam firman-Nya

 

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]

Terimakasih Aceh, semoga ukhuwah ini akan mengalir menjadi contoh kemuliaan ke seluruh penduduk bumi bahwa manusia layak diberi pertolongan.

Wallahu A’lam Bisshawab

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed