oleh

Aceh Sejahtera Dengan Fakir Miskin ?

Penduduk Aceh hidup serba kekurangan itu disebabkan oleh kelalaian pemerintah dalam menyikapi kebutuhan dasar masyarakat aceh,baik berupa sandang,pendidikan,kesehatan, apalagi pangan, tidak punya tempat tinggal,.Bagaimana pemerintah sekarang ini, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin terbengkalai. Aneh memang itulah pemerintah.

Padahal Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) telah membuat UU RI no 13 tahun 2011 tentang penaganan fakir miskin yang mana setiap pasalnya sudah dijelaskan penduduk benar harus sejahtera tidak adalagi kemiskinan, anak terlantar, dan pengemis.

Penduduk aceh melakukan hal seperti itu karena kebutuhan dasarnya belum tercukupi. Terlebih penduduk Aceh.

UU RI NO 13 tahun 2011 pada pasal 12 menjelaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi diri, menciptakan lapangan pekerjaan,dan kesehatan yang memadai.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk aceh termiskib mencapai 819 ribu jiwa atau 15,32% .Aceh merupakan penduduk termiskin di Sumatra dan keenam diseluruh indonesia.
Yang mana sekarang sudah ada perubahan dari beberapa tahun belakang karena program pemerintah melalui bantuan sosial beras sejahtera(Rasta).

Kepala dinas ketenagakerjaan telah memperkejakan 95 ribu tenaga kerja asing (TKA) yang salah satunya bekerja di pembangkit listrik tenaga uap(PLTU).Kenapa masyarakat aceh tidak tidak bekerja disana padahal itu instansi milik indonesia, dikarenakan penduduk aceh tidak memiliki skill yang memadai jangankan skill pendidikan saja masih minim.

Sebenarnya Peluang pekerjaan ada tapi tidak banyak.bagaimana aceh mau maju pendidikan saja masih terbengkalai. Mereka tak punya biaya yang cukup untuk melanjutkan pendidikan kejenjang atas dan malahan mereka tak berpendidikan.

Itulah peran pemerintah dan pemerintah daerah untuk memajukan pemikiran penduduk aceh agar mereka bisa berfikir kedepannya bagaimana jangan hanya menciptakan peluang kerja tapi dikelola oleh TKA(tenaga kerja asing).

Pemerintah harus turun ke aceh melihat kondisi aceh bagaimana lalu beri motivasi, pemahaman mengenai kedepannya bagaimana, bujuk mereka agar mau melanjutkan pendidikan atau bersekolah, dan kembangkan bakat mereka. Baru pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja untuk penduduk aceh.

Dan tak hanya itu pemerintah juga harus memperhatikan penduduk miskin dan mengeluarkan Anggaran untuk menerapkan program PKH(Program Keluarga Harapan),SLRT (sistem Layanan &Rujukan Terpadu)dikembangkan disetiap desa perdesa terlebih aceh, SLRT ini diciptakan untuk fakir penanganan fakir miskin dan tidak mampu. Jika progam ini telah berjalan dengan baik otomatis penduduk tidak lagi khawatir dengan ekonominya.

Menurut penulis, sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan fakir miskin. Apalagi program program itu harus diterapkan untuk fakir miskin saja bukan untuk orang kaya. Sekarang kita. Sudah sering dengar tak “ada abu jika tak ada api”maksudnya ini ialah yang mana pemerintah daerah aceh lebih mementingkan anggota keluarganya yang hidupnya serba cukup dibanding dengan fakir miskin orang yang benar benar membutuhkan.pemerintah diharapkan agar lebih gelit dalam menangani masyarakat aceh. Rangkul masyarakat aceh agar mereka tak beranggapan dunia ini tidak adil. Pantas saja Aceh sejahtera dengan fakir miskin jika pemimpinnya begitu.

Biodata
Nama:Dian fanika sari
Pekerjaan:mahasiswa
Universitas:uin arraniry banda aceh
Fakultas:dakwah dan komunikasi
Jurusan:kesejahteraan sosial
Nim:190405055

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed