oleh

Etika Kepemimpinan Umat Islam Ali Bin Abi Thalib

Ilustrasi/net

 

Penulis : Fitri Rahmaini

Mahasiswi Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala

Ali Bin Abi Thalib adalah khalifah ke-Empat yang menjabat sebagai khalifah setelah Usman Bin Affan.Ali memiliki ke istimewaan sendiri. Ali bin abi thalib (lahir sekitar 13 Rajab 23 SH/599 Masehi. Wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661 Masehi) adalah khalifah keempat yang berkuasa pada tahun 656 sampai 661. Dia termasuk golongan pemeluk Islam pertama dan salah satu sahabat utama Nabi. Secara silsilah, ‘Ali adalah sepupu dari Nabi Muhammad. Pernikahan ‘Ali dengan Fatimah az-Zahra juga menjadikannya sebagai menantu Nabi Muhammad.

Ali bin Abi Thalib merupakan salah seorang anggota inti dalam dewan syura pemerintahan Umar bin Khattab. Bahkan beliau juga dianggap sebagai anggota paling penting mutasyar ketika itu. Umar memahami betul keutamaan yanga ada pada diri Ali bin Abi Thalib sebagai seorang ahli fikih dan ahli hikmah. Ia dikenal dengan pendapat-pendapatnya yang bagus. Ali bin Abi Thalib juga diakui sebagai salah seorang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ia tidak pernah bakhil terhadap ilmunya, senantiasa berijtihad untuk mencari jalan keluar atas permasalahan, dan ikut terlibat dalam membangun tatanan negara yang berkembang.

Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang teladan, dimana Ali bin Abi Thalib adalah pribadinya pernah menolak jadi pemimpin Islam dikarenakan situasi yang kurang tepat yang banyak terjadi kerusuhan disana sini, atas desakan masyarakat butuh pemimpin dan masyarakat untuk menjadikan Khalifah Ali Bin Abi Thalib menjadi pemimpin pun akhirnya diterima. Pada tanggal 23 juni 656 Masehi. Khalifah Ali Bin Abi Thalib resmi menjadi Khalifah. jika dibawa pada konteks kekinian, maka sangat sulit kita mendapatkan sosok manusia yang menolak menjadi pemimpin.

Jadi dapat kita simpulkan dan dapat kita jadikan contoh untuk diri saya dan kita bahwa  Ali Ibnu Abi Thalib sejak masa mudanya amat terkenal dengan sikap dan sifat keberaniannya, baik dalam keadaan damai mupun saat kritis. Sifat dan sikap Ali bin Abi Thalib sangat lemah lembut, rasa kasih sayang kepada sesamanya, terutama kepada yang lemah. Ia berusaha sedapat mungkin membantu mereka meskipun harus mengorbankan kepentingan sendiri.

Ali juga menganjurkan untuk berfikir dan merenungkan kembali informasi yang kita terima. Renungkannlah berita yang engkau dengar secara baik-baik (dan jangan hanya menjadi sebagai penukil berita). Penukil ilmu sangatlah banyak dan perenungnya sangat sedikit.

Demikian yang bisa saya ambil dan menjadi idola bagi saya karena dari etika kepemimpinan Khalifah Ali Bin Abi Thalib mengajari saya untuk bertanggung jawab, berani, sederhana, dan adil. Ali bin Abi Thalib adalah sahabat setia Abu Bakar yang tidak Pernah memisahkan diri dari Abu Bakar sesaat pun, ia juga tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah dibelakang Abu Bakar.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed