oleh

Indonesia Terdiri Dari 70% Laut, Sudahkah 1% Kita Menjaganya?

 

Penulis : Rahmat Munandar Maha

Mahasiswa Universitas Universitas Islam Negeri Ar-raniry  Fakultas  Dakwah dan Komunikasi Jurusan  Kesejahteraan Sosial 

Kita mungkin tidak sadar bahwa indikator planet yang sehat membu­tuh­kan lautan yang sehat. Laut itu ibarat jantung planet . Seperti halnya jantung yang memompa darah ke seluruh bagian tubuh kita, lautan meng­hubungkan orang-orang di seluruh dunia, tak peduli di mana pun kita tinggal. Tanpa lautan maka akan seperti apa hidup manusia, dari mana akan di dapat ikan dan dilihat keindahan terumbu karang.

Pentingnya peringatan hari laut sedunia bukanlah seremonial belaka, sebab laut kita memang sedang me­nga­lami sakit yang parah. Laporan dari  pe­ne­litian meng­ung­kapkan bahwa pada tahun 2010 delapan juta ton sam­pah plastik berakhir di lautan. Jika ini dibiarkan saja, maka bukan tidak mungkin pada tahun 2050, sam­pah plastik di laut akan lebih banyak dari jumlah ikan, seperti yang dilapor­kan oleh World Economic Forum.

Ironisnya lagi, bahwa keadaan laut kita seperti tempat pem­buangan sampah saja. Berdasar­kan tulisan MH Heikal di rubrik Lingkungan Analisa menuliskan bahwa dalam sebuah rilis penelitian diterbitkan tahun 2015, para peneliti dari Universitas Georgia melakukan pemeringkatan bagi negara-negara pembuang sampah plastik terbanyak ke laut.

Dari estimasi total 275 juta metrik ton sampah plastik yang diproduksi dari 192 negara di seluruh dunia pada tahun 2010, diperkirakan terdapat an­tara 4,8 sampai 12,7 juta metrik ton masuk ke dalam lautan lepas. Indonesia berada di peringkat runner-up negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, yaitu 3,2 juta ton. Posisi pertama Tiongkok 8,8 juta ton, Filipina di peringkat ketiga sebesar 1,9 juta ton

Pantaslah Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, pernah mengungkap­kan bahwa total kerugian negara per tahun dari  salah satu sub sektor laut ini, yaitu ikan tidak kurang dari Rp 300 triliun. Ang­ka yang cukup untuk memba­ngun ratusan unit sekolah dan puluhan kilometer jalan tol di Indonesia.

Pemerintah pun telah melaku­kan beberapa upaya agar laut kita bebas dari pencemaran limbah plastik, sebab ini mempengaruhi tingkat kesegaran dan kesehatan ikan. Jika ikan yang hidup di laut ternyata mengkonsumsi zat kimia beracun dari limbah plastik, akibatnya manusia akan kehila­ngan protein dan vitamin saat mengkon­sumsi ikan.

Maka dari itu penting nya menjaga laut kita untuk masa sekarang hingga masa depan untuk anak cucu kita.Oleh sebab itu marilah kita  menjaga laut  dari sampah yang mudah terurai hingga sampah yang tidak dapat terurai.Adapun kebijakan yang dapat dilakukan oleh kami sebagai mahasiswa yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa penting nya laut bagi kehidupan dan bahaya nya sampah dilautan.

Mari kita jaga lautan Indonesia yang kaya raya ini dengan penuh kesadaran. Pemberian Tuhan berupa lautan yang lebih luas dari daratan ini harus kita jaga dengan baik, kita bebaskan dari berbagai pencemaran yang disebabkan oleh tangan manu­sia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed