oleh

 Jangan Jadikan Anak- Anak Tempat  Pelampiasan, Bukankah Anak-Anak Penerus Bangsa, Jadi Stop Kekerasan Terhadap  Anak -Anak

Oleh: Yulni Faziha

Semakin tahun dari tahun ketahun kekerasan terhadap anak-anak terus bertambah, terkususnya di indonesia sendiri.

Sejak tahun 2017 sampai tahun 2019, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak mencapai 630 kasus. Di kabupaten Dompu merupakan tertinggi di NTB.

Kekerasan pada anak merupakan fenomena yang kompleks dengan penyebab yang bermacam-macam.

Dampak perlakuan yang di terima anak -anak sejak kecil akan terus terbawa sampai dewasa, menurut sebuah penelitian, anak- anak mengalami penganiayaan atau kekerasan, seperti pelecehan fisik atau seksual, lebih mungkin terlibat dalam perilaku nakal dan mengganggu di masa remaja dan dewasa.

Kekerasan sendiri bisa menimbulkan Guncangan terhadap seorang anak-anak terhadap menyebabkan ( sindrom guncangan bayi ) yang dapat mengakibatkan otak, cerdas difus aksonal, dan kekurangan oksigen yang mengarah ke pola seperti gagal tumbuh, muntah, lesu, kejang-kejang dan lain-lain.

Anak-anak yang secara fisik pelecehan cendrung menerima patah tulang terutama patah tulang rusuk dan mungkin memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker.

Pelecehan  seksual terhadap anak saat ini, di larang hampir semua negara.

Umumnya dengan hukuman pidana berat, termasuk di beberapa negara, dimana orang yang melakukan kekerasan terhadap anak, di hukum di penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Anak-anak adalah penerus generasi bangsa kedepan, kalau bukan kita yang mendidik dari sekarang siapa lagi, jangan jadikan anak-anak itu tempat pelampiasan hawa nafsu kita.

 

BIODATA DIRI:

NAMA         : YULNI FAZIHA

Universitas : UIN ar-raniry Banda Aceh

Falkultas    :  DAKWAH DAN KOMUNIKASI

Jurusan      : Kesejahteraan Sosial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed