oleh

KEPEMIMPINANAN RECEP TAYYIP ERDOGAN

             Recep Tayyip Erdogan lahir di Istanbul, Turki pada 26 februari 1954.  Beliau adalah seorang politikus Turki yang sekarang menjabat sebagai presiden Turki sejak tahun 2014. Sebelum menjabat sebagai presesiden Turki, ia pernah menjabat sebagai perdana  menteri Turki sejak 14 Maret 2003 sampai 28 Agustus 2014. Selain menjabat sebagai perdana menteri ia juga pernah menjadi seorang walikota di Istanbul Raya melalui partainya yaitu partai kesejahteraan sebagai partai terbesar di Turki. Ketika menduduki sebagai walikota Instanbul ia menjadi terkenal karena ia seorang Adminisstratur yang efektif dan populis, membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi Instabul juga memperindah kota.

Recep Tayyip Erdogan merupakan presiden Turki yang ke-12, namun menjadi presiden pertama yang menduduki kursi kepresidenan melalui pemilihan umum pada tanggal 10 agustus 2014. Pemilihan umum pertama kali yang dilakukan dalam kurun waktu 91 tahun dimana sebelumnya presidendi Turki dipilih melalui parlemen.

Keberhasilan Erdogan dalam merebut hari rakyat Turki adalah bukan program ekonominya atau sekulernya semata, tapi terutama karena program Islamisasinya yang sangat mengesankan. Pesan islam dari kebijakan-kebijakan politiknya yang dibawa damai oleh Erdogan menyebabkan ia dikagumi oleh masyarakat dan semakin dibenci oleh kaum sekuler ekstrim. Sebelum menjadi seorang presiden, Erdogan telah konsisten memperjuangkan hijab di Turki. Sampai sekarang ia masih tetap konsisten menjalankan program Islamisasinya. Seperti membebaskan pakaian berhijab di seluruh sektor, melarang minuman keras, mendukung perjuagan palestina, mendukung presiden Mursi yang digulirkan dan lain-lain.

Langkah politik erdogan dengan membangkitkan nilai-nilai Islam sebagai pegangan hidup masyarakat turki telah membuka pemikiran masyarakat turki tentang charisma Erdogan dan menjadi teladan bagi masyarakat Turki. Selain itu, dengan modal islamisme dari kebijakan politiknya, Erdogan mampu membangkitkan semangat islamisme terhadap masyarakat di Turki. Erdogan pernah bahwa mereka memiliki senjata yang kuat yaitu keimanan, memiliki akhlak islam dan menjadi teladan bagi umat manusia yaitu Rasulullah SAW.

Beberapa bulan yang lalu, Turki dan presidennya yaitu Recep Tayyip Erdogan menjadi sorotan dunia karena terkait kebijakannya mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi masjid. Pada awal Juli lalu, Erdogan mengumumkan kalau status Hagia Sophia adalah Masjid. Hagia Sophia adalah satu situs warisan dunia UNESCO yang palinh banyak dikunjungi wisatawan di Istanbul. Selama ini, tempat bersejarah tersebut difungsikan sebagai museum sejak tahun 1930-an atau setelah revolusi di turki yanf dipimpin Kemal Ataturk. Sikap pemerintah Turki yang mengubah bangunan peninggalan Romawi Timur itu memicu kontriversi dunia. Ini karena hagia Sophia sebelumnya adalah katedral Kristen Ortodoks yang dibangun oleh Kaisar Byzantium Justinian I pada abad keenam.

Dibalik kesuksesannya sekarang ternyata erdogan pernah merasakan bagaimana pahitnya jeruji penjara pada 1998 ia di vonis 10 bulan karena kasus membacakan puisi yang menjadi kontroversial. Pada puisi tersebut ia membandingkan masjid dengan barak, menara dengan bayonet serta keimanan dengan tentara. Vonis ini membuat ia harus mundur dari jabatanya sebagai walikota Instanbul raya pada saat itu. Erdogan kemudian bebas pada 1999. Dan ia mulai masuk pada dunia politik lagi, namun sayang erdogan dilarang untuk masuk ke paerleman karena ia pernah dipenjara. Sampai pada akhirnya AKP (paertai keadilan dan pembangunan) berhasil mengamandemen konstitusi dan ia pun bisa terlibat dalam parlemen yang membuat ia berhasil memenagkan pemilihan pada 9 Maret 2003.

Etika pemerintahan merupakan perinsip-prinsip moral yang baik dan buruk yang tumbuh dan berskembang dalam masyarakaat, yang dianggap sebagai pedoman yang dapat mengantarkan pemerintah untuk bertindak secara baik, guna menyejahterakan masyarakat. Etika diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintah, agar pemerintah tersebut bertindak secara benar sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.pemerintah juga dibentuk bukan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat.

Turki  merupakan negara yang memiliki mayoritas Islam yang menganut paham sekuler. Di Turki urusan agama terpisah dengan nurusan negara dan pemerintahan. sebagian besar penduduk Turki menganut agama Islam dengan persentase sebesar 99,8% umat muslim dari keseluruhan penduduk Turki. Hal ini dapat kita lihat di bawah kepemimpinan presiden Erdogan yang membebaskan masyarakat Turki dalam mengunakan hijab. Pada Oktober 2013 Turki menghapus larangan penggunaan hijab di institusi-institusi pemerintahan, kecuali pengadilan, militer dan kepolisian. Sejumlah penhkritik pemerintah meragukan ketulusan Erdogan , yang mengklaim penghapusan larangan berhijab bertujuan untuk menjunjung demokrasi. Namun, pada Agustus 2016, Turki mulai membolehkan polisi perempuan (polwan) mengunakan hijab.

Islam merupakan agama yang Rahmatan lil’alaminm, karena itu segala aspek kehidupan yang merupakan kebutuhan manusia, senantiasa diperhatikan oleh islam, melalui petunjuk dan ajarannya yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Termasuk didalamnya masalah etika pemerintahan dan penyelenggaraannya. Agama islam adalah agama yang selalu relevan dengan sistem pemerintahan modern pada saat ini. Konsep-konsep tentang etika pemerintahan yang diwahyukan oleh Allah sejak abad16 yang lalu kepada Rasulullah SAW., tetap relevan dengan etika pemerintahan yang modern saat ini. Konsep-konsep Islam tentang demokrasi, penyelenggaraan pemeritah yang transparan, perintah menjamin kehidupan rakyat, baik secara ekonomi, sosial dan politik.

Pemerintahan yang beretika menurut Islam adalah yang dapat menjamin hak hidup bagi setiap wargannya. Islam memberikan jaminan dengan perintah-perintah-Nya yang universal terhadap jiwa, raga, kehormatan dan harta kekayaan itu dengan suatu gambaran yang tidak ada sedikitpun celah yang terbuka untuk meragukan kebenarannya terhadap jaminan yang diberikannya bagi keamanan, keselamatan,dan kehormatan masyarakat. Pemerintahan yang beretika menurut Islam adalah yang dapat menyejahterakan kehidupan ekonomi masyarakat.

Kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan di Turki bisa dibilang cukup sukses, hal ini bisa dilihat beliau yang mampu mentranformasikan sekularisasi menjadi islami. Dengan kesantunan dan kepiawaiannya dalam berpolitik, Erdogan mampu melakukan perubahan di negarannya tanpa melakukan kudeta. Melalui kebijakan Islaminya, Turki menjadi negara yang cukup disegani di kawasan Eropa bahkan di dunia dan menjadi role model peradaban Islam di seluruh dunia.

Walaupun kepemimpinan Erdogan bisa dibilang cukup sukses di bidang agama, namun kepemimpinan Erdogan juga masih mempunyai kelemahan dalam memimpin negaranya. Kelemahannya bisa diilihat dari merosotnya ekonomi negara Turki dalam lima tahun terakhir membuat inflasi d negara itu dan membuat mata uang Turki (Lira) terus anjlok terhadap Dollar Amerika Serikat. Sehinnga dibutuhkan kerjasama antara elemen pemerintah dan masyarakat Turki untuk kembali memulihkan kembali kondisi ekonomi di turki.

 

REFERENSI

Ismail. (2017). Etika Pemerintahan. Lintang rasi aksara books. Yogyakarta

Iwan Adrianto, dkk. (2019). Kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan Di Negara Turki. Universitas             Muhammadiyah, Yogyakarta.

 

ARTIKEL

Munirulabidin’s. (2011). Etika pemerintahan dalam  Islam. https://munirulabidin.wordpress.com/2011/08/19/etika-pemerintahan-dalam-islam/

Rahmi Nurfajriani. (2020). 7 fakta kepemimpinan Erdogan di Turki dari cabut larangan jilbab hingga ubah system pendidikan. https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01635296/7-fakta-kepemimpinan-erdogan-di-turki-dari-cabut-larangan-jilbab-hingga-ubah-sistem-pendidikan

 

NAMA     : CUT SARAH FADILLA

NIM         : 1910104010060

PRODI     : ILMU PEMERINTAHAN  UNIVERSITAS SYIAH KUALA

MK          : ETIKA PEMERINTAHAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed