oleh

Nandong, Sebuah Seni Yang Penuh Makna Tapi Makin Terlupakan

Penulis : Nanda Alfianna

Mmahasiswi Semester 6 Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Apa itu nandong?,mungkin nama ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Simeulue . Nandong merupakan sebuah kesenian yang berasal dari Simeulue, aceh. Seni yang khas dengan tutur mengeluarkan isi hati melalui lantunan syair-syair atau pantun yang berisikan pesan moral, ungkapan, dan nasehat. Kesenian ini adalah salah satu kesenian yang sangat populer di kalangan masyarakat setempat.  Nandong biasanya dilantunkan oleh dua orang atau lebih dengan alat musik gedang. Gedang merupakan sejenis alat musik yang ditabuh dengan sedemikian rupa antara bait-bait pantun secara berbalas-balasan antara satu dengan yang lainnya. Biasanya sebelum nandong dimainkan, diawali dengan seuramo gendang. Kemudian nandong masuk pada putaran syair secara bergantian. Nandong biasanya dimainkan semalaman suntuk . beberapa kecamatan di Simeulue memliki ciri khas masing-masing dalam memainkan nandong.

Pada 2004 silam saat sunami menghantam Aceh, Simeulue juga tidak luput dari terjangan bencana tersebut. namun, walaupun diterjang oleh sunami, Simeulue termasuk daerah yang sedikit memakan korban jiwa. Karena dalam sejarah masyarakat Simeulue sudah mengenal sunami sejak beberapa abad yang lalu.seperti halnya cerita tentang smong (gelombang besar) yang terjadi pada tahun 1904 silam.  Cerita tersebut turun temurun disampaikan dalam bentuk syair-syair yang saat ini dikenal dengan nandong. Nandong juga telah berhasil meminimalisir jatuhnya korban saat sunami terjadi berkat syair-syair yang terdapat dalam nandong.

Saat ini nandong sudah sangat jarang terdengan. Hal ini disebabkan oleh zaman modern yang menyebabkan kaum muda yang sudah enggan memainkan dan melestarikan kebudayaan tersebut. saat ini sudah banyak aliran musik yang lebih digemari anak muda seperti genre pop, rock, jazz, dan lain sebagainnya. Lalu bagaimanakah nasib nandong saat ini?.

saat ini nandong biasanya hanya dimaikan disaat acara pernikahan, sunatan, pesta adat budaya atau dalam rangka menyambut tamu luar yang berkunjung ke Simeulue. Karena perkembangan zaman yang semakin maju makin banyak orang enggan untuk memainkan nandong lagi. Karena banyak orang terutama anak muda Simeulue lebih memilih mepelajari alat musik modern ketimbang nandong. Alhasil saat ini nandong hanya bisa di mainkan oleh orang tua saja. Sangat jarang anak muda ikut memainkan nandong karena dinilai kuno dan sudah ketinggalan zaman. Padahal dalam setiap bait syair nandong tersimpan makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Simeulue.

Nandong buka hanya sekedar musik zaman dulu, tetapi juga merupakan suatu identitas yang sangat melekat pada masyarakat setempat khususnya masyarakat Simeulue. Melestarikan nandong bukan hanya tugas bagi orangtua kita tetapi tugas kita bersama, karena nandong juga merupakan sebuah kesenian yang sangat bernilai harganya bagi Simeulue.” Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi”, itulah selogan ajakan bagi anak muda untuk terus melestrikan kebudayaan kita sendiri agar tidak punah karena ulah kita yang tidak melestarikannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed