oleh

Pemerintah Diharapkan Mensetabilisasikan Pendidikan Saat ini

 

 

Oleh: Adha Sunardi

Secara garis besar, mengenai masalah pendidikan  masih banyak kita temui di berbagai daerah. Baik itu dengan secara langsung atau pun melalui media sosial seperti HP, televisi,  radio dan sebagainya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pelajaran dan latihan ; proses ; perubahan ; cara mendidik.

Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah suatu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi – tingginya.

Sebagaimana yang kita ketahui banyak para tokoh pahlawan kita yang gugur dalam medan perang demi memperjuangkan kemerdekaan indonesia, kita sebagai generasi muda yang masih mempunyai rasa nasionalisme, jiwa saing yang tinggi yang dapat melanjutkan perjuangan dalam hal membangun negeri baik dalam hal kehidupan, budaya termasuk pendidikan.

Seperti dalam UUD 1945, yang terdapat di alinea ke – 4 yang berbunyi “Mecerdaskan Kehidupan Bangsa” yang masih jauh dari harapan.

Menurut survei Political And Economic Risk Consultan (PERC), kualitas pendidikan di indonesia berada pada urutan ke – 12 dari 12 negara di Asia. Posisi indonesia berada di bawah vietnam. Data yang di peroleh The World Economic Forum Swedia (2000), indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke – 37 dari 57 negara yang di survei di dunia.

Jadi masyarakat bertanya – tanya mengapa rendahnya mutu di indonesia? Dikarenakan banyak faktor – faktor ( kendala) seperti efektivitas, efisiensi dan standarisasi pengajaran. Dan kurangnya kreatif pengajar didik dalam membimbing siswa dan pengetahuanlah yang menjadi andalan di timbang dari pada kurikulum pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Sehubung dalam hal ini pendidik menekan kepada pelajar untuk dapat menguasai semua materi yang terdapat dalam kurikulum, namun pendidik tidak pernah terpikir apakah meteri tersebut layak dengan kemampuan siswa – siswanya, seakan – akan siswa bukan pandai dengan kemapuannya melainkan dengan keterpaksaan.

Mengingat minimnya pengetahuan pendidik yang sangat berdampak besar bagi siswa – siswinya dalam bersaing seperti olimpiade yang di lakukan oleh pihak tingkat pusat, nasional maupun internasional. Seperti halnya di ACEH, seteleh melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) sebagai pembuktian yang bahwa masih rendahnya mutu pendidik(guru)  di aceh, lantas siswa – siswi di aceh tidak dapat mampu menguasai sepenuhnya hanya saja 30% dari materi bacaan dan mereka terasa sulit untuk menjawab pertanyaan seperti bentuk uraian dan sebagainya.

Dari permasalahan diatas, jalan tengah (solusi) dalam mengubah suatu program pendidikan dengan cara menunjukkan arah yang terbaik bagi siswa untuk kreatif dalam segala hal. Dan dari pihak pemerintah sebaiknya lebih cepat dalam mengatasi mengenai hal pendidikan yang di utamakan tentang kurikulum yang sesuai dengan menurut kondisi kualitas (kemampuan) siswa.

 

BIODATA DIRI:

NAMA         : ADHA SUNARDI

Universitas :  UIN ar-raniry Banda Aceh

Jurusan      : Kesejahteraan Sosial

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed