oleh

Perawatan Gedung Sekolah Yang Bisa Dilakukan Saat PJJ

Penulis : Aprilia Hidayana Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus   (SARS-CoV-2) membuat semua sektor bidang didunia menghadapi tantangan bahkan kerugian, salah satunya sector pendidikan. Di Indonesia sendiri salah satu kebijakan pemerintah untuk mengurangi penyebaran Virus ialah Kebijakan social distancing, namun hal ini malah berakibat fatal terhadap roda kehidupan masyarakat. Salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh sehingga banyak sekolah meliburkan dan mengubah system belajar dan agar pembelajaran dapat berlangsung hal yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan teknologi. Pembelajaran jarak jauh ini kian berlangsung selama pandemic sejak awal Maret sekolah diliburkan. Kebijakan ini menjadi harapan berkurangnya kasus baru COVID-19 ini karena beranggapan pelajar merupakan klaster terbesar penyebaran virus Corona. Namun yang menjadi Masalah baru yang perlu kita perhatikan ialah kondisi lingkungan dan bangunan sekolah kini menjadi sunyi tanpa kehadiran wajah anak-anak masa depan Indonesia. Hingga saat ini tahun ajaran baru pembelajaran jarak jauh tetap dilakukan di beberapa daerah kecuali pada daerah zona hijau dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, walaupun ada juga beberapa daerah di zona hijau yang tidak melakukan sekolah tatap muka karena tidak ada persetujuan dari orang tua, pun begitu jumlah siswa yang berada di zona hijau kurang dari 7% yang artinya 93% sebagian siswa masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh dirumah masing-masing, sehingga lingkungan dan bangunan tempat mereka menuntut ilmu tersebut menjadi sepi, bahkan disebagaian besar sekolah tidak terawat dan mengalami kerusakan.

Sebuah bangunan jika kondisi rumahnya kosong, tidak dihuni oleh manusia dalam waktu lama maka kondisi bangunan tersebut seringkali memburuk dari waktu kewaktu, sebuah rumah akan menjadi bertahan lama dan bagus jika diurus, sekalipun struktur bangunan tersebut tidak sesuai dengan perhitungan strukturnya. Saat ini sama hal nya dengan kondisi bangunan sekolah yang kini tidak lagi menjadi tempat belajar para pelajar. Memang tidak semua sekolah membiarkan bangunan sekolah serta merta kosong dan diabaikan, namun sebagian besar bangunan sekolah mengalami hal sebaliknya. Kabarnya Pemerintah mulai membuka izin sekolah tatap muka pada daerah zona hijau dengan syarat mematuhi protocol kesehatan, hal ini memungkinkan daerah lainnya untuk kembali lagi kesekolah.

Saat ini  saja sudah banyak beberapa sekolah yang meminta siswanya datang secara berjadwal sekedar mengumpulkan tugas. Tentu hal ini sangat merepotkan lagi pihak sekolah dan pemerintah untuk melakukan perbaikan pada lingkungan dan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Kemungkinan lain juga terjadi, bukan tidak mungkin COVID-19 ini masih melanjut dan akan membuat lingkungan dan bangunan sekolah lebih lama lagi menjadi kosong dan sepi.

Kondisi Gedung sekolah

Sebelum Virus ini mewabah kondisi gedung sekolah di Indonesia banyak yang mengalami kerusakan, tidak layak dan membutuhkan perbaikan, kualitas sarana dan prasarana yang kurang layak. Dikutip dari berita CNN Indonesia (selasa, 28/01/2020) Bapak Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan kondisi bangunan sekolah di Indonesia mengkhawatirkan dan rawan roboh dan akan melakukan sensus keamanan bangunan sekolah. Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang punya keahlian teknis sipil, serta bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Kondisi tersebut saat gedung masih diberihkan dan ramai dipenuhi para pelajar, apalagi ketika dilaksanakanya pembelajaran jarak jauh yang membuat gedung sekolah tidak lagi dihuni dan tentunya nyaris tak terawat?, jumlah kerusakan bisa bertambah.

Saat keadaan mulai normal, penerapan PSBB dan new normal berjalan sesuai aturan, pendidikan mungkin akan dikembalikan tatap muka, oleh karena itu penting bagi kita untuk merawat dan memperhatikan kondisi lingkungan dan bagunan sekolah. Jangan sampai kondisi kerusakan bangunan sekolah semakin banyak dan parah.

Perbaikan Gedung Sekolah

Selama kegiatan pembelajaran jarak jauh, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk melakukan perawatan gedung sekolah ditengah pandemic ini. Dalam dunia Teknik Sipil Pemeliharaan dan perawatan meliputi beberapa lingkup, yaitu

Arsitektural, dengan melakukan perawatan dekorasi dan ornamenlainya. Seperti genteng/atap yang bocor bisa segera diganti. Mengecat kembali dinding sekolah, bercocok tanam di halaman sekolah.

lingkup structural bisa dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang jika rusak bisa mengubah/mengurangi fungsi seperti dinding yang mengalami keretakan akibat kelembaban bisa sederhana dirawat dengan membersihkan permukaan dinding dari cat, lalu di poles lagi dengan pasta lalu di cat kembali.

Lingkup Mekanikal seperti Sanitasi,plumbing, tata udara, bisa dengan melakukan perawtaan pada tanaman yang sudah ada di sekolah atau dengan menanam kembali tanaman dan pohon agar tata udara semakin asri dan linkungan sekolah seperti hidup, melakukan pembersihan aliran secara berkala agar tidak tersumbat dan banjir ketika hujan, pembersihan toilet agar tetap besih dan tidak menumpuk kuman.

Lingkup tata ruang luar seperti memelihara taman, penerangan dan kebersihan sekitar.

Dan yang bisa dilakukan jika hampir semua bangunan butuh perawatan adalaah dengan melakukan renovasi ataupun restorasi pada bangunan sekolah tersebut. Untuk semua pihak (Siswa,guru, orangtua) yuk tetap semangat belajar dan coba tips diatas, mari berdoa agar semua bisa kembali normal.

Oleh: Aprilia Hidayana, Mahasiswi  jurusan Teknik Sipil fakultas Teknik Universitas Malikussaleh yang sedang melaksanakan KKN Penulisan karya Pengabdian dibwah bimbingan  HARINAWATI, S.SOS.,M.A

 

Sumber Referensi :

CNN Indonesia. 2020. Bangunan sekolah di Indonesia rentan roboh. cnnindonesia.com/ nadiem-sebut-bangunan-sekolah-di-indonesia-rentan-roboh. (diakses 26 Oktober 2020).

Ruang sipil. 2020. Perawatan dan pemeliharaan bangunan rumah. ruang-sipil.com/2019/06/pemeliharaan-dan-perawatan-bangunan. (Diakses 26 Oktober 2020)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed